Senin, 05 September 2011

Teori Politik Luar Negeri

Posted by rika |

1.Maksud dari politik luar negeri
Politik luar negeri merupakan suatu kebijakan, sikap, dan langkah – langkah yang dilakukan oleh  suatu Negara dalam melakukan hubungan luar negerinya dengan Negara lain, baik dengan organisasi internasional, dan subjek hukum internasional lainnya, dengan tujuan untuk mencapai kepentingan Negara yang melakukan politik luar negeri tersebut. Politik luar negeri dapat menjadi pedoman bagi sebuah Negara dalam menjalankan tindakan yang akan dilakukannya jika berhubungan dengan Negara lain, agar tujuan nasional negaranya dapat tercapai.
Didalam undang – undang no 37 tahun 1999 tentang hubungan luar negri Indonesia pasal 1 ayat 2 dapat kita temui pengertian tentang politik luar negeri Indonesia, yang menyatakan bahwa politik luar negeri Indonesia adalah
 kebijakan , sikap, dan langkah pemerintahan Republik Indonesia yang diambil dalam melakukan hubungan dengan Negara lain, organisasi internasional, dan subyek hukum internasional lainnya dalam rangka menghadapi masalah internasional guna mencapai tujuan nasional”.[1]
2.Formulasi politik luar negeri
Formulasi dapat berarti komponen komponen yang diperlukan untuk melahirkan politik luar negeri, dalam KBBI formulasi berarti rumusan. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa formulasi politik luar negeri adalah hal hal yang diperlukan sehingga terwujud sebuah politik luar negeri untuk tujuan nasional. Formulasi politik luar negeri antara lain penetapan tujuan yang ingin dicapai,kemampuan negara, elit elit politik, kondisi sebuah negara, hubungan dengan negara lain, serangkaian sikap yang akan dilakukan dan lainnya.
3.Proses politik luar negeri
Proses politik luar negeri merupakan serarangkaian runtutuan peristiwa yang akan dilaksanakan sebuah negara sehingga terwujudnya politik luar negerinya yang merupakan sikap yang akan dilaksanakan dengan berhubungan dengan dunia internasional untuk mencapai tujuan nasional. Proses politik luar negeri dapat meliputi, pengumpulan atau perumusan tujuan yang hendak dicapai dengan melaksanakan politik luar negeri, identifikasi kemampuan dan situasi kondisi dunia internasional dan nasional, pemutusan sebuah kebijakan, pelaksanaan rumusan kebijakan dalam politik luar negeri dan evaluasi, proses ini akan dijalaskan lebih jauh pada bagian III no 2.
Dari ketiga pengertian diatas dapat ditarik sebuah perbedaan bahwa politik luar negeri merupakan serangkaian sikap untuk melakukan hubungan dengan luar negeri dalam rangka pencapaian tujuan nasional,formulasi politik luar negeri adalah komponen komponen yang diperlukan untuk melaksanakan politik luar negeri seperti pembuatan kebijakanm perhubungan dengan Negara elit, pemikiran pemikiran oleh elite lit politik untuk membuat sebuah kebijakan dalam politik luar negeri.sedangkan proses politik luar negeri adalah serangkaian kegiatan peristiwa yang dilewati dalam melakukan politik luar negeri, terutama dalam proses pembuatan keputusan politik luar negeri dengan menggunakan formulasi pada politik luar negeri. Jadi politik luar negeri merupakan apa yang akan dilakukan, proses politik luar negeri adalah bagaimana melakukannya dan formulasi politik luar negeri berarti apa yang dibutuhkan untuk melakukannya.

          II.      Beberapa pendekatan konseptual dan teoritis dalam menganalisis politik luar negeri beserta tokoh tokoh pemikirnya
1.      Pendekatan pemikiran strategis suatu Negara
Pendekatan ini dapat juga dikatakan dengan pendekatan adaptif,salah satu tokoh pemikirnya adalah James N. Rosenau
Model adaptif politik luar negeri menurut Rosenau yaitu ;


 











                                                                                                                                 [2]
Menurut teoritisi pendekatan ini lingkungan akan  menimbulkan akibat akibat khusus, terlepas dari tindakan apa yang dilakukan oleh negara tersebut,model ini akan memisahkan perkiraan kapabilitas yang dimiliki oleh sebuah negara dengan posisi geopolitiknya, keadaan geografis dan sebagainya. Menurut Rosenau politik luar negeri merupakan suatu mekanisme interaksi negara negara dengan beradaptasi dengan lingkungannya. Kondisi sebuah negara akan mempengaruhi politik luar negerinya. Negara yang memiliki lingkungan strategis pasti akan memiliki politik luar negeri yang berbeda. Contohnya Indonesia yang berada diantara dua benua yang tentunya posisinya strategis pasti harus beradaptasi dengan lingkungan seperti ini, sehingga akan mempunyai politik luar negeri yang berbeda dengan Amerika misalnya. Sebuah negara dalam melakukan politik luar negerinya merupakan hasil adaptasi dari lingkungannya. Dan bagaimana mengembangkan lingkungan yang strategis bagi sebuah negara sehingga ia dapat mempengaruhi pada politik luar negerinya.keadaan geografis, lokasi, luas wilayah akan ikut mempengaruhi politik luar negeri sebuah negara.

2.      Pendekatan konsep tingkat analisis ( Levels of analysis)
Salah satu tokoh yang menggunakan pendekatan level of analysis adalah Bary Buzan, menurut Bary Buzan, pendekatan analisis berfungsi sebagai tahapan dalam melaksanakan hubungan luar negeri dalam memilahnya pada tatanan internasional, dalam menggunakan level analisis, Buzan membagi tingkatan analisis menjadi
·         level internasional,
·         level regional,
·         level negara,
·         level sub Negara dan
·         level individu.
Sehingga dalam menganalisis politik luar negeri tidak cukup hanya memperhatikan kondisi nasionalnya saja ,tetapi juga sampai pada tahap internasional dan juga perlu menganalisis level pada tingkat individu sendiri.

3.      Pendekatan “ rings of power “ atau lingkaran kekuasaan
Analisis dengan pendekatan ini menganggap bahwa sebuah Negara dalam melakukan politik luar negerinya dengan Negara lain akan melakukan suatu perjuangan dengan Negara lain, agar kepentingan negaranya dapat tercapai. Pendekatan model ini berasumsi bahwa politik luar negeri akan dilakukan oleh Negara Negara dalam dunia internasional yang merupakan sebuah lingkaran kekuasaan antara satu Negara dengan Negara lainnya.[3]
Sebuah Negara berhubungan dengan Negara lain merupakan sebuah hubungan dalam sistem internasional, semua memiliki kekuasaan dan kekuatan, dimana hal ini akan digunakan untuk dapat mencapai tujuannya ( power ). Kekuatan nasional yang dimiliki oleh sebuah Negara akan mempengaruhi politik luar negerinya. Salah satu tokohnya seperti Allison ( fractionated power) yang beranggapan bahwa  walaupun ada pemisahan kekuasaan antara sebuah negara dengan Negara lain, namun dalam melaksanakan politik luar negeri sebuah Negara akan membutuhkan power dan berada ditengah tengah power Negara lain juga, sehingga yang satu akan berhubungan dengan Negara lain. Dengan kekuasaan tersebut maka dapat dicapai tujuan poltik luar negerinya, semakin banyak power yang digunakan dan dihubungankan maka akan semakin cepat pencapaian tujuannya. Seperti kata Allison, “where you stands, depends on where your sit”.
4.      Pendekatan formulasi akhir dan implementasi
Seperti yang kita ketahui, hasil akhir dari sebuah politik luar negeri adalah  keluarnya serangkaian kebijakan , atau sikap. Jadi yang terpenting disini adalah perumusan politik luar negeri tersebut. Model yang digunakan untuk pendekatan ini yaitu “ decisión making”
Tokoh yang menganalisis model ini yaitu Richard Snyder
Tokoh tokoh dalam pendekatan analisis ini menyatak bahwa tindakan internasional merupakan sekumpulan keputusan – keputusan yang dibuat oleh unit unit politik nasional dimana elit elit politik merupakan aktor utama yang mengambil keputusan tersebut. Yang terpenting dari pendekatan ini adalah struktur dan proses dari pengambilan keputusan  politik luar negeri. Para pembuat keputusan (elit politik ) akan menganalisis factor factor yang berkaitan dengan politik luar negeri seperti motivasi pembuat keputusan, jaringan informasi, pengaruh politik luar negeri, dan situasi kondisi dalam menjalankan politik luar negeri.  sehingga terbentuk suatu keputusan untuk menjalankan politik luar negeri.    
5.      Pendekatan rasionalitas dan rintangannya
Salah satu tokoh yang mengunakan analisis pendekatan ini adalah William D. Coplin. Pendekatan ini menekankan bahwa Negara merupakan actor untuk mencapai tujuan nasional mereka dengan mengkalkulasikan secara rasional dalam kancah politik global. Coplin mengindentifikasi empat langkah sebelum melakakukan pendekatan rasional ;
1.Mendefinisikan situasi yang terjadi di lingkungan eksternal
2.Memilih tujuan politik luar negeri
3.Menentukan alternatif alternatif keputusan yang mungkin akan dilaksanakan sesuai deng tujuan dan situasi
4.Memilih alternatif / tindakan dari banyaknya alternatif yang ada[4]
Pada pendekatan ini, politik luar negeri yang dilakukan oleh sebuah negara merupakan respon terhadap apa yang dilakukan oleh negara lain. Pendekatan ini mencoba menganalisis tiap respon apa saja yang akan dilakukan sebagai bentuk dari perhitungan yang rasional. Pendekatan ini disebut rasional karena akan menghitung atau menganalisis dari alternatif alternatif yang ada mana laternatif yang paling baik untuk dijadikan tindakan respon dalam politik luar negeri ( pada Coplin merupakan tindakan ke 3), menghitung mana yang lebih baik merupakan tindakan rasional.
Namun pendekatan ini juga memiliki kelemahan karena kadang kadang tindakan / alternatif yang menurut satu orang rasional tidak rasional menurut orang lain.
       III.      Teorisasi dalam kajian politik luar negeri
1.Cara sebuah negara membuat kebijakan politik luar negerinya
Untuk menjelaskan bagaimana sebuah negara membuat kebijakan luar negerinya, kita akan mengambil langkah langkah yang dikemukakan oleh Rosenau.
Langkah – langkah dalam proses pembuatan kebijakan luar negeri menurut Rosenau yaitu ;
1.      Menjabarkan pertimbangan kepentingan nasional ke dalam bentuk tujuan dan sasaran yang spesifik
2.      Menetapkan faktor situasional di lingkungan domestik dan internasional yang berkaitan dengan tujuan kebijakan luar negeri
3.      Menganalisis kapabilitas nasional untuk menjangkau hasil yang dikendaki
4.      Mengembangkan perencanaan atau strategi untuk memakai kapabilitas nasional dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan
5.      Melaksanakan tindakan yang diperlukan
6.      Secara periodik meninjau dan melakukan evaluasi perkembangan yang telah berlangsung dalam menjangkau tujuan atau hasil yang dikendaki.[5]
Menurut Rosenau, sebelum sebuah negera melaksanakan kebijakan luar negerinya, terlebih dahulu sebuah Negara tersebut harus menentukan dengan jelas, apa tujuannya melaksanakan kebijakan luar negerinya, apa sasaran yang ingin dicapai dengan melaksanakan kebijakan luar negeri tersebut. Sehinggga, dapat menunjang kehidupan nasional. Tujuan yang hendak dicapai tersebut juga harus melihat kepada bagaimana situasi dan  kondisi dalam negeri dan luar negeri, agar tujuan yang dikemukakan diatas dapat terwujud. Sebuah negera melakukan kebijakan luar negeri, bertujuan untuk memajukan kehidupan nasionalnya, maka, kebijakan luar negeri juga harus melihat bagaimana situasi nasionalnya sehingga sasaran yang dicapai dapat terwujud. Sedangkan dalam melakukan kebijakan luar negeri, sebuah Negara akan berhubungan negara Negara lain. Untuk itulah penting juga melihat situasi internasional.setelah melihat situasi dalam dunia nasional maupun internasional, negara akan melihat bagaimana kemapuannya dalam menjalankan kebijakan luar negerinya, apakah dangan kemampuan yang dimiliki dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai, setelah itu barulah tujuan yang ingin dicapai dikembangkan secara lebih mendalam lagi, dan kemudian dilaksanakan tindakan yang perlu, terakhir, akan dilakukan evaluasi terhadap perkembangan kegiatan yang telah dilaksanakan. 

2.Langkah langkah yang dilakukan suatu negara dalam setiap tahap proses politik luar negerinya.
Sama dengan hal diatas ( Bagian 3 no 1) ada beberapa langkah atau tahapan yang dilakukan oleh sebuah negara dalam proses politik luar negerinya. Yang terpenting adalaha merumuskan politik luar negerinya, proses perumusan keputusan politik luar negeri dapat digambarkan sebagai berikut :
 












                                                                                                                                                [6]
Dari bagan diatas terlihat langkah langkah yang dilakukan suatu negara sehingga membentuk satu rangkaian proses politik luar negerinya yang merupakan sebuah siklus, langkah langkah tersebut antara lain pertama sebuah negara akan menetapkan semua tujuan dan kemana arah politik luar negerinya, serta mengumpulkan data data penting seperti bagaimana kemampuan negaranya, kondisi dunia luar saat ini dan lainnya, tahap kedua adalah perumusan kebijakan dalam politik luar negeri untuk dapat mencapai tujuan nasionalnya, biasanya hal ini akan dipengaruhi oleh faktor dalam negeri. Tahap selanjutnya yang dilalui oleh sebuah negara adalah keluarnya suatu kebijakan yang nantinya akan diterapkan, dimana dalam kebijakan tersebut terdapat serangkaian tindakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan sebuah negara. Berikutnya negara akan melaksanakan politik luar negeri berdasarkan pada rumusan yang telah dibuatnya, hal ini dilakukuan dengan cara berhubungan dengan dunia luar, dalam bagan terlihat adanya external environment.setelah melaksanakan serangkaian kegiatan tersebut, maka pasti akan muncul kemampuan baru sebuah negara dan tujuan lain yang hendak dicapai kembali, yang kemudian akan kembali pada proses awal yaitu information assessment.


[1] Undang-Undang No 37 Tahun 1999 Tentang Hubungan Luar Negeri Indonesia Pasal 1 Ayat 2
[2] Anak Agung Banyu Perwita & Yanyan Mochamad Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, hal. 67
[3] Tulus warsito, teori teori politik luar negeri, bayu indira grafika, yogyakarta
[4] Anak Agung Banyu Perwita & Yanyan Mochamad Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, hal. 62-63

[5] Anak Agung Banyu Perwita & Yanyan Mochamad Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, hal. 49.
[6] Anak Agung Banyu Perwita & Yanyan Mochamad Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, hal. 60

0 komentar:

Poskan Komentar

Teori Politik Luar Negeri


1.Maksud dari politik luar negeri
Politik luar negeri merupakan suatu kebijakan, sikap, dan langkah – langkah yang dilakukan oleh  suatu Negara dalam melakukan hubungan luar negerinya dengan Negara lain, baik dengan organisasi internasional, dan subjek hukum internasional lainnya, dengan tujuan untuk mencapai kepentingan Negara yang melakukan politik luar negeri tersebut. Politik luar negeri dapat menjadi pedoman bagi sebuah Negara dalam menjalankan tindakan yang akan dilakukannya jika berhubungan dengan Negara lain, agar tujuan nasional negaranya dapat tercapai.
Didalam undang – undang no 37 tahun 1999 tentang hubungan luar negri Indonesia pasal 1 ayat 2 dapat kita temui pengertian tentang politik luar negeri Indonesia, yang menyatakan bahwa politik luar negeri Indonesia adalah
 kebijakan , sikap, dan langkah pemerintahan Republik Indonesia yang diambil dalam melakukan hubungan dengan Negara lain, organisasi internasional, dan subyek hukum internasional lainnya dalam rangka menghadapi masalah internasional guna mencapai tujuan nasional”.[1]
2.Formulasi politik luar negeri
Formulasi dapat berarti komponen komponen yang diperlukan untuk melahirkan politik luar negeri, dalam KBBI formulasi berarti rumusan. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa formulasi politik luar negeri adalah hal hal yang diperlukan sehingga terwujud sebuah politik luar negeri untuk tujuan nasional. Formulasi politik luar negeri antara lain penetapan tujuan yang ingin dicapai,kemampuan negara, elit elit politik, kondisi sebuah negara, hubungan dengan negara lain, serangkaian sikap yang akan dilakukan dan lainnya.
3.Proses politik luar negeri
Proses politik luar negeri merupakan serarangkaian runtutuan peristiwa yang akan dilaksanakan sebuah negara sehingga terwujudnya politik luar negerinya yang merupakan sikap yang akan dilaksanakan dengan berhubungan dengan dunia internasional untuk mencapai tujuan nasional. Proses politik luar negeri dapat meliputi, pengumpulan atau perumusan tujuan yang hendak dicapai dengan melaksanakan politik luar negeri, identifikasi kemampuan dan situasi kondisi dunia internasional dan nasional, pemutusan sebuah kebijakan, pelaksanaan rumusan kebijakan dalam politik luar negeri dan evaluasi, proses ini akan dijalaskan lebih jauh pada bagian III no 2.
Dari ketiga pengertian diatas dapat ditarik sebuah perbedaan bahwa politik luar negeri merupakan serangkaian sikap untuk melakukan hubungan dengan luar negeri dalam rangka pencapaian tujuan nasional,formulasi politik luar negeri adalah komponen komponen yang diperlukan untuk melaksanakan politik luar negeri seperti pembuatan kebijakanm perhubungan dengan Negara elit, pemikiran pemikiran oleh elite lit politik untuk membuat sebuah kebijakan dalam politik luar negeri.sedangkan proses politik luar negeri adalah serangkaian kegiatan peristiwa yang dilewati dalam melakukan politik luar negeri, terutama dalam proses pembuatan keputusan politik luar negeri dengan menggunakan formulasi pada politik luar negeri. Jadi politik luar negeri merupakan apa yang akan dilakukan, proses politik luar negeri adalah bagaimana melakukannya dan formulasi politik luar negeri berarti apa yang dibutuhkan untuk melakukannya.

          II.      Beberapa pendekatan konseptual dan teoritis dalam menganalisis politik luar negeri beserta tokoh tokoh pemikirnya
1.      Pendekatan pemikiran strategis suatu Negara
Pendekatan ini dapat juga dikatakan dengan pendekatan adaptif,salah satu tokoh pemikirnya adalah James N. Rosenau
Model adaptif politik luar negeri menurut Rosenau yaitu ;


 











                                                                                                                                 [2]
Menurut teoritisi pendekatan ini lingkungan akan  menimbulkan akibat akibat khusus, terlepas dari tindakan apa yang dilakukan oleh negara tersebut,model ini akan memisahkan perkiraan kapabilitas yang dimiliki oleh sebuah negara dengan posisi geopolitiknya, keadaan geografis dan sebagainya. Menurut Rosenau politik luar negeri merupakan suatu mekanisme interaksi negara negara dengan beradaptasi dengan lingkungannya. Kondisi sebuah negara akan mempengaruhi politik luar negerinya. Negara yang memiliki lingkungan strategis pasti akan memiliki politik luar negeri yang berbeda. Contohnya Indonesia yang berada diantara dua benua yang tentunya posisinya strategis pasti harus beradaptasi dengan lingkungan seperti ini, sehingga akan mempunyai politik luar negeri yang berbeda dengan Amerika misalnya. Sebuah negara dalam melakukan politik luar negerinya merupakan hasil adaptasi dari lingkungannya. Dan bagaimana mengembangkan lingkungan yang strategis bagi sebuah negara sehingga ia dapat mempengaruhi pada politik luar negerinya.keadaan geografis, lokasi, luas wilayah akan ikut mempengaruhi politik luar negeri sebuah negara.

2.      Pendekatan konsep tingkat analisis ( Levels of analysis)
Salah satu tokoh yang menggunakan pendekatan level of analysis adalah Bary Buzan, menurut Bary Buzan, pendekatan analisis berfungsi sebagai tahapan dalam melaksanakan hubungan luar negeri dalam memilahnya pada tatanan internasional, dalam menggunakan level analisis, Buzan membagi tingkatan analisis menjadi
·         level internasional,
·         level regional,
·         level negara,
·         level sub Negara dan
·         level individu.
Sehingga dalam menganalisis politik luar negeri tidak cukup hanya memperhatikan kondisi nasionalnya saja ,tetapi juga sampai pada tahap internasional dan juga perlu menganalisis level pada tingkat individu sendiri.

3.      Pendekatan “ rings of power “ atau lingkaran kekuasaan
Analisis dengan pendekatan ini menganggap bahwa sebuah Negara dalam melakukan politik luar negerinya dengan Negara lain akan melakukan suatu perjuangan dengan Negara lain, agar kepentingan negaranya dapat tercapai. Pendekatan model ini berasumsi bahwa politik luar negeri akan dilakukan oleh Negara Negara dalam dunia internasional yang merupakan sebuah lingkaran kekuasaan antara satu Negara dengan Negara lainnya.[3]
Sebuah Negara berhubungan dengan Negara lain merupakan sebuah hubungan dalam sistem internasional, semua memiliki kekuasaan dan kekuatan, dimana hal ini akan digunakan untuk dapat mencapai tujuannya ( power ). Kekuatan nasional yang dimiliki oleh sebuah Negara akan mempengaruhi politik luar negerinya. Salah satu tokohnya seperti Allison ( fractionated power) yang beranggapan bahwa  walaupun ada pemisahan kekuasaan antara sebuah negara dengan Negara lain, namun dalam melaksanakan politik luar negeri sebuah Negara akan membutuhkan power dan berada ditengah tengah power Negara lain juga, sehingga yang satu akan berhubungan dengan Negara lain. Dengan kekuasaan tersebut maka dapat dicapai tujuan poltik luar negerinya, semakin banyak power yang digunakan dan dihubungankan maka akan semakin cepat pencapaian tujuannya. Seperti kata Allison, “where you stands, depends on where your sit”.
4.      Pendekatan formulasi akhir dan implementasi
Seperti yang kita ketahui, hasil akhir dari sebuah politik luar negeri adalah  keluarnya serangkaian kebijakan , atau sikap. Jadi yang terpenting disini adalah perumusan politik luar negeri tersebut. Model yang digunakan untuk pendekatan ini yaitu “ decisión making”
Tokoh yang menganalisis model ini yaitu Richard Snyder
Tokoh tokoh dalam pendekatan analisis ini menyatak bahwa tindakan internasional merupakan sekumpulan keputusan – keputusan yang dibuat oleh unit unit politik nasional dimana elit elit politik merupakan aktor utama yang mengambil keputusan tersebut. Yang terpenting dari pendekatan ini adalah struktur dan proses dari pengambilan keputusan  politik luar negeri. Para pembuat keputusan (elit politik ) akan menganalisis factor factor yang berkaitan dengan politik luar negeri seperti motivasi pembuat keputusan, jaringan informasi, pengaruh politik luar negeri, dan situasi kondisi dalam menjalankan politik luar negeri.  sehingga terbentuk suatu keputusan untuk menjalankan politik luar negeri.    
5.      Pendekatan rasionalitas dan rintangannya
Salah satu tokoh yang mengunakan analisis pendekatan ini adalah William D. Coplin. Pendekatan ini menekankan bahwa Negara merupakan actor untuk mencapai tujuan nasional mereka dengan mengkalkulasikan secara rasional dalam kancah politik global. Coplin mengindentifikasi empat langkah sebelum melakakukan pendekatan rasional ;
1.Mendefinisikan situasi yang terjadi di lingkungan eksternal
2.Memilih tujuan politik luar negeri
3.Menentukan alternatif alternatif keputusan yang mungkin akan dilaksanakan sesuai deng tujuan dan situasi
4.Memilih alternatif / tindakan dari banyaknya alternatif yang ada[4]
Pada pendekatan ini, politik luar negeri yang dilakukan oleh sebuah negara merupakan respon terhadap apa yang dilakukan oleh negara lain. Pendekatan ini mencoba menganalisis tiap respon apa saja yang akan dilakukan sebagai bentuk dari perhitungan yang rasional. Pendekatan ini disebut rasional karena akan menghitung atau menganalisis dari alternatif alternatif yang ada mana laternatif yang paling baik untuk dijadikan tindakan respon dalam politik luar negeri ( pada Coplin merupakan tindakan ke 3), menghitung mana yang lebih baik merupakan tindakan rasional.
Namun pendekatan ini juga memiliki kelemahan karena kadang kadang tindakan / alternatif yang menurut satu orang rasional tidak rasional menurut orang lain.
       III.      Teorisasi dalam kajian politik luar negeri
1.Cara sebuah negara membuat kebijakan politik luar negerinya
Untuk menjelaskan bagaimana sebuah negara membuat kebijakan luar negerinya, kita akan mengambil langkah langkah yang dikemukakan oleh Rosenau.
Langkah – langkah dalam proses pembuatan kebijakan luar negeri menurut Rosenau yaitu ;
1.      Menjabarkan pertimbangan kepentingan nasional ke dalam bentuk tujuan dan sasaran yang spesifik
2.      Menetapkan faktor situasional di lingkungan domestik dan internasional yang berkaitan dengan tujuan kebijakan luar negeri
3.      Menganalisis kapabilitas nasional untuk menjangkau hasil yang dikendaki
4.      Mengembangkan perencanaan atau strategi untuk memakai kapabilitas nasional dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan
5.      Melaksanakan tindakan yang diperlukan
6.      Secara periodik meninjau dan melakukan evaluasi perkembangan yang telah berlangsung dalam menjangkau tujuan atau hasil yang dikendaki.[5]
Menurut Rosenau, sebelum sebuah negera melaksanakan kebijakan luar negerinya, terlebih dahulu sebuah Negara tersebut harus menentukan dengan jelas, apa tujuannya melaksanakan kebijakan luar negerinya, apa sasaran yang ingin dicapai dengan melaksanakan kebijakan luar negeri tersebut. Sehinggga, dapat menunjang kehidupan nasional. Tujuan yang hendak dicapai tersebut juga harus melihat kepada bagaimana situasi dan  kondisi dalam negeri dan luar negeri, agar tujuan yang dikemukakan diatas dapat terwujud. Sebuah negera melakukan kebijakan luar negeri, bertujuan untuk memajukan kehidupan nasionalnya, maka, kebijakan luar negeri juga harus melihat bagaimana situasi nasionalnya sehingga sasaran yang dicapai dapat terwujud. Sedangkan dalam melakukan kebijakan luar negeri, sebuah Negara akan berhubungan negara Negara lain. Untuk itulah penting juga melihat situasi internasional.setelah melihat situasi dalam dunia nasional maupun internasional, negara akan melihat bagaimana kemapuannya dalam menjalankan kebijakan luar negerinya, apakah dangan kemampuan yang dimiliki dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai, setelah itu barulah tujuan yang ingin dicapai dikembangkan secara lebih mendalam lagi, dan kemudian dilaksanakan tindakan yang perlu, terakhir, akan dilakukan evaluasi terhadap perkembangan kegiatan yang telah dilaksanakan. 

2.Langkah langkah yang dilakukan suatu negara dalam setiap tahap proses politik luar negerinya.
Sama dengan hal diatas ( Bagian 3 no 1) ada beberapa langkah atau tahapan yang dilakukan oleh sebuah negara dalam proses politik luar negerinya. Yang terpenting adalaha merumuskan politik luar negerinya, proses perumusan keputusan politik luar negeri dapat digambarkan sebagai berikut :
 












                                                                                                                                                [6]
Dari bagan diatas terlihat langkah langkah yang dilakukan suatu negara sehingga membentuk satu rangkaian proses politik luar negerinya yang merupakan sebuah siklus, langkah langkah tersebut antara lain pertama sebuah negara akan menetapkan semua tujuan dan kemana arah politik luar negerinya, serta mengumpulkan data data penting seperti bagaimana kemampuan negaranya, kondisi dunia luar saat ini dan lainnya, tahap kedua adalah perumusan kebijakan dalam politik luar negeri untuk dapat mencapai tujuan nasionalnya, biasanya hal ini akan dipengaruhi oleh faktor dalam negeri. Tahap selanjutnya yang dilalui oleh sebuah negara adalah keluarnya suatu kebijakan yang nantinya akan diterapkan, dimana dalam kebijakan tersebut terdapat serangkaian tindakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan sebuah negara. Berikutnya negara akan melaksanakan politik luar negeri berdasarkan pada rumusan yang telah dibuatnya, hal ini dilakukuan dengan cara berhubungan dengan dunia luar, dalam bagan terlihat adanya external environment.setelah melaksanakan serangkaian kegiatan tersebut, maka pasti akan muncul kemampuan baru sebuah negara dan tujuan lain yang hendak dicapai kembali, yang kemudian akan kembali pada proses awal yaitu information assessment.


[1] Undang-Undang No 37 Tahun 1999 Tentang Hubungan Luar Negeri Indonesia Pasal 1 Ayat 2
[2] Anak Agung Banyu Perwita & Yanyan Mochamad Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, hal. 67
[3] Tulus warsito, teori teori politik luar negeri, bayu indira grafika, yogyakarta
[4] Anak Agung Banyu Perwita & Yanyan Mochamad Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, hal. 62-63

[5] Anak Agung Banyu Perwita & Yanyan Mochamad Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, hal. 49.
[6] Anak Agung Banyu Perwita & Yanyan Mochamad Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, hal. 60

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Designed by Miss Rinda | Inspirated by Cebong Ipiet | Image by DragonArtz | Author by YOUR NAME :)